|
Oleh IMPALA UNIBRAW
|
|
Kamis, 01 Januari 2009 00:00 |
|
IMPALA UNIBRAW merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki usia cukup dewasa dalam lingkup Universitas Brawijaya. Tentunya dengan usia yang cukup dewasa sudah banyak kegiatan yang telah dilakukan. Selain itu IMPALA UNIBRAW sebagai organisasi yang cukup dinamis juga mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan jaman untuk menuju ke arah yang lebih baik. - Tanggal 1 Juli 1974, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Hukum dan Pengabdian Masyarakat (FHPM) yang gemar akan pendakian dan petualangan di alam bebas merasa membutuhkan suatu wahana untuk menampung aspirasi, kiprah dan gagasannya dan pada saat itulah IMPALA hadir. Saat itu IMPALA masih satu atap dengan Senat FHPM UNIBRAW.
- 29 juli 1975, berdasarkan SK DEMA No. 11/DMUB/1975, IMPALA ditetapkan sebagai unit aktifitas yang bernaung di bawah Panji Universitas Brawijaya, yang berarti IMPALA sudah bukan lagi milik mahasiswa FHPM saja, namun milik milik semua mahasiswa Uniersitas Brawijaya. Saai itu jabatan Ketua Umum masih dijabat oleh Sdr. ADUM MASDUKI.
- 29 Mei 1976, SK DEMA di atas terjadi pembaharuan yang mengakibatkan perubahan status IMPALA. Tanggal inilah yang akhirnya disepakati sebagai hari kelahiran IMPALA. Saat itu masih bernama IMPALA saja tanpa UNIBRAW.
- 29-30 Oktober 1976. Musyawarah Kerja I IMPALA UNIBRAW dilaksanakan. Dalam forum ini, dihasilkan AD?ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) IMPALA UNIBRAW sebagai perangkat organisasi. Pada forum ini terpilihlah Sdr. PADMO SUGONDO sebagai Ketua Umum untuk periode 1976-1978.
- 29-30 Juli 1978, Musyawarah Kerja II dilakukan, pada saat ini AD/ART mengalami perubahan kembali karena DEMA berubah menjadi Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) yang otomatis IMPALA UNIBRAW bernaung di bawah BKK. Di forum inilah terpilih Sdr. SUNDJOJO sebagai Ketua Umum periode 1978-1979.
- 20-25 Oktober 1979, diadakan Musyawarah Anggota dan ternyata Sdr. SUNDJOJO mendapat kepercayaan kembali untuk menduduki jabatan Ketua Umum periode 1979-1980. pada periode ini porsi tidak hanya mengarah ke pendakian saja namun mulai merambah ke lingkunngan hidup.
|